Evil Sister

Oleh: Alfi Manzilatur Rokhmah

 i-love-my-sister-images-and-wallpaper-1-1280

            Pada suatu hari di dalam kota metropolitan dengan suasanan hilir mudik manusia mengais aktivitas setiap  detik tanpa terkecuali. Tempat dimana semuanya sibuk dengan urusan masing-masing dari muda sampai tua.  Kota itu sudah menjelaskan bagaimana ciri khas manusia yang tinggal di dalamnya. Banyak orang-orang ingin berbondong pergi ke kota metropolitan untuk mengadu nasib. Kebanyakan dari mereka ingin bekerja di perkantoran, duduk didalam gendung pencakar langit. Sepanjang dinginnya jalanan kota ada dua 2 gadis yang menenteng tas berwarna abu-abu mereka ialah Purbararang dan Purbasari, sepasang kakak beradik yang memiliki paras cantik dan rupawan, namun Purbasari memiliki paras lebih cantik dari pada Purbararang. Pantas saja keduanya cantik alami karena mereka berasal dari desa yang jauh dari polusi. Namun kedua gadis tersebut memiliki watak yang berbeda. Purbararang sebagai kakaknya sifatnya iri, dengki, tidak suka melihat orang lain senang. Sedangkan Purbasari adiknya ia berhati mulia seperi permata baru di selep.

            Saat itu di dalam bus trans semua manusia berdesak-desakan seperti ikan yang akan dikirim ke pelabuhan. Wajah dari mereka berpakain rapi, baju di seterika seperti orang bekerja di kantoran. Tapi apalah daya walaupun sudah berpakaian rapi dan bersih kalau sudah berdesak-desakan akan bau keringat dan tak lama lagi berbau emosi karena kepanasan.

            Sementara orang –orang asyik berdesak-desakan, Purbararang dan Purbasari duduk manis diantara barisan bus. Purbasari sibuk memandangi orang-orang yang berdesak-desakan guna menghilangkan rasa goncangan bus kota sedangkan kakaknya asyik tidur disampingnya walau keadaan bus saat itu sangat ramai. Sampai akhirnya  Purbasari dan Purbararang sampai di tempat pemberhentian bus tersebut.

***

            “kak kita akan kemana tanya Purbasari?” sambil menenteng tasnya dan tas kakanya, maklum karena kakaknya merasa paling menang sendiri. Jadi appun perintahnya harus selalu dituruti. jalan aja nanti juga akan ketemu alasannya, ketusnya sebenarnya kakaknya sendiri tidak tahu akan kemana ia harus menyerahkan nasibnya. Ia teringat pesan ayahnya

            “ dimanapun kamu berada bawalah adikmu Purbasari, karena hanya dia satu-satunya saudara yang kau punya”.

Tetapi ia merasa sebagai anaknya ia tidak mendapat peninggalan apapun dari ayahnya sendiri. Justru ia yang harus melunasi hutang-hutang ayahnya yang seabrek.

***

            “ ibu, saya bantu mengembalikan piring-piringnya didapur nggeh”. Oh iya nduk letakkan situ saja nanti ibu yang bersihkan. Tetapi Purbasari tetap mencuci piring tersebut hingga bersih. Ia sadar kalau ulah kakaknya yang beringas, makan di warung dengan lauk yang enak tetapi tidak ada uang, ya jelas di suruh ganti. Dan gantinya harus bantu bersih-bersih. Seharusnya yang bersih-bersih itu Purbararang dan Purbasari. Tapi hanya purbasari yang membersihkan sedangkan kakanya sibuk memandangi wajah cantinya dengan kaca.

            Ternyata dari balik pohon beringin. Diam-diam ada yang mengamati kebaikan purbasari. Tidak tunggu waktu lama.

            “mbak , pesen kopinya satu”. Lugasnya lantang sembari mengambil duduk di dekat tiang.  Iya, sebentar ditunggu dulu sambil makan gorengan, jawab Purbasari sopan.

            “mbak bisa duduk sebentar disini?”. Iya bisa, ada yang bisa saya bantu tanyanya sopan

Iya, sedari tadi saya sudah mengamati mbak dari balik mobil di tinkugan itu, mbak bisa lihat

            “Iya”

            Saya ingin mbak kerja di tempat saya sebagai pelayan. Purbasari mengehala nafas panjang ia merasa ini seperti keajaiban atau keanehan. Tiba-tiba ada orang yang menawari pekerjaan. Tanpa pikir panjang ia langsung mengiyakan permintaan orang tersebut.

            Setelah orang itu pergi ia masih membayangkan ia akan kerja dimana? Apa yang dia lakukan nanti? Ia terus berspekulasi yang bukan-bukan. Tetapi ia tetap berpositif tihingking

***

            “kak kita sudah sampai ditempat kerjaku”. Seyumnya yang lebar menggambarkan kemesraan dirinya dengan kesenangan. Langsung saja ia masuk ke pintu receptionis menanyakan keberadaan orang yang menawarinya pekerjaan kepadanya siang kemaren itu.

            Tak lama orang itu muncul. Ternyata orang itu bernama pak Guminda, sepanjang jalannya kearah Purbasari berjejer para karyawannya memberikan salam hormat kemudian beliau membalas dengan ramah seakan menunjukkan kewibawaanya sebagai direktur di kantor terebut. sebutan  namanya memang unik  seunik dirinya wajahnya yang tampan membuat siapaun yang menatapnya pasti meleleh dan tak bisa lagi dibekukan. Tapi ah tak baik membicarakan kebaikan orang yang sudah memberikan kelangsungan hidup untuk dia dan kakaknya.

            “silahkan masuk”. Iya pak terima kasih pak Guminda.

            “Kok bisa tau nama saya dari mana?”. Tanyanya. Saya melihat karyawan    Bapak tadi pada menyapa dengan nama Bapak. Ya jadi saya tahu nama bapak. Cengingisnya malu

            Sebelum pak Gumindah menyuruh purbasari ke ruang ganti. Ia sempatkan dirinya untuk menawarkan kakaknya, purbararang untuk bisa bekerja disini. Purbasari menjelaskan pendidikan yang ditempuh kakaknya kepada pak Gumindah. Dan karena penjelasan Pubasari itu mengenakkan di telinganya langsung saja ia menerima kakaknya untuk bekerja sebagai supervisor. Purbasari tahu diri kakaknya mengenyam pendidikan lebih tinggi daripada dirinya, namun ia tak merasa iri dengan pekerjaan yang sudah diterima dirinya dan kakaknya.

***

            Setiap hari pak Gumindah selalu memperhantikan pekerjaan purbasari yang sangat cekatan. Selain parasnya yang cantik purbasari juga berhati baik. Sebelum pak Gumindah pulang dari kantor ia selalu menyempatkan membuatkan kopi untuknya. Dan al hasil dari perbuatan baik yang dilakukan itu menimbulkan tanya tanya besar dalam hatinya. Entah perasaan apa yang menderai dirinya.

            Karena perhatian pak Gumindah kepada Purbasari membuat purbararang cemburu, ia merasa statusnya lebih baik dari pada Purbasari tapi kenapa ia lebih sayang dan peduli pada purbasari. Rasa cemburu itu menjadi memuncak saat iya mengetahui kalau purbasari akan bertunangan dengan pak Gumindah.

***

            Waktu menunjukkan pukul 22.00 waktunya para karyawan itu pulang termasuk Purbasari dan Purbararang. Tiba-tiba purbararang menyeret purbasari ke kamar mandi

            “kak, aku mau dibawa kemana?” ia terus bertanya pada kakanya, tapi Purbararang selalu menjawab sudah diam saja.

            Sampai di kamar mandi, purbararang meminta Purbasari berdiri di bawah shower, kemudian shower dinyalakan ia langsung ditusuk pisau dari samping oleh kakaknya sendiri. Sontak saja suara purbasari yang sedari tadi berceramah mendadak lenyap di telan air kemarahan kakaknya sendiri.

            Keesokan harinya kantor tempat purbasari bekerja dikerumuni orang yang pada ingin melihat sisa kejadian tragis semalam. Tak luput dari penglihatan ada beberapa polisi yang sedang menyelidiki tempat kejadian tersebut.

            Dari balik kejauhan pak Gumindah memanggil Purbararang. Ia langsung menghampiri lambaian tangan pak Gumindah. Saat ia mendekat…

            “pak polisi tolong tangkap orang ini, ini  adalah orang yang sudah melenyapkan tunangan saya”. dengan menunjukkan tangan ke wajah purbararang. Kemarin malam Raja Tapak Agung  melihat sendiri kejadian itu kemudia merekam di handphonnya.

            Purbararang saat itu nyari tidak bisa mengelak tuduhan dirinya. Ia tak punya seribu alasan untuk membantah. Yang ia lakukan saat itu hanya tertunduk malu sambil menutupi wajahnya dengan tas cangkolongnya.

Sidoarjo, 8 Agustus 2017

 

Iklan

Literasi Tanpa Pornografi

Melatih-Kemampuan-Menulis

 

Dunia literasi ialah dunia yang menyenangkan bagi semua kalangan, didalamnya meliputi membaca dan menulis. Kedua kegiatan itu sangatlah familiar terdengar di telinga khalayak umum. Banyak sekali komunitas yang mensyiarkan kembali dan mengajak untuk mencintai dunia literasi. Lalu apakah dunia literasi semakin tenggelam di era sekarang ini?. Tentu jawabannya iya. Membaca menurut sebagian orang adalah membosankan, terlebih jika tidak dibiasakan, jika melihat fenomena diluar sana membaca sepertinya menjadi suatu hal dibilang lumrah mereka para pelajar terutama lebih senang melihat gawai dibanding pergi perpustakaan atau toko buku. Bermain gawai berjam-jam tidak merasa kecapekan sedangkan giliran membaca satu buku rasanya seperti berselancar mengitari samudera yang tak kunjung habis.

Lanjutkan membaca “Literasi Tanpa Pornografi”

Sajak Sang Kelana

ufuk timur mulai datang mengahampiri dinginnya pagi

membantu hawa segar menebar kebaikan

sayu kelana menghamba

pada rinai kebebasan

sng pencipta rasanya

tak ingin hamba-Nya bermalas-malasan

sampai pada waktu yang ditentukan

sang kelana mulai meghibur jati dirinya

mencari cinta yang sudah pernah usang

tak pernah tersentuh kasih sayang

mengkelabu hitam pekat

mencari tiada arah

warna hati tak segembira dulu

yang menghiasi dinding percintaan

sidoarjo, 12 November 2016